. . . Perjalanan ini...akan mengajari kita untuk belajar mengerti bahwa semua kisah, semua hal, semua peristiwa, air mata, canda, tawa, dan sebuah senyuman... menyimpan pesan yang tak selalu sama... dan tugas kita tak lebih hanyalah belajar untuk bisa memahaminya . . .

Sepenggal catatan hati

Search ?

AUDIT CURRENT LIABILITIES

CURRENT LIABILITIES (HUTANG JANGKA PENDEK)

Hutang perusahaan kepada pihak ketiga yang jangka waktunya paling lama satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal perusahaan. Hutang jangka panjang pada tahun terakhir atau akan jatuh tempo maka direklasifikasi menjadi hutang jangka pendek. Hanya direklasifikasi pos-posnya saja, persyaratannya tetap.
Termasuk current liabilities diantaranya :
·         Hutang dagang / account payable
·         Pinjaman bank jangka pendek / short term loan
·         Hutang jangka panjang yang jatuh tempo
·         Hutang pajak / tax payable
·         Biaya yang masih harus dibayar

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan audit :
1.        Kecenderungan perusahaan untuk mencatat kewajiban lebih rendah dari yang seharusnya. Hal ini bertujuan untuk melaporkan laba lebih besar dari yang seharusnya. Auditor harus melakukan searching of unreporting liabilities, yakni dengan cara memeriksa pembayaran setelah tanggal neraca.
2.       Perbedaan account payable dan accrual expense. Account payable memiliki angka pasti, karena dicatat berdasarkan invoice, sedangkan accrual exxpense dicatat berdasarkan estimasi.

Tujuan audit current liabilities
1.        Untuk meyakini bahwa pengendalian intern current liabilities memadai.
Pelajari dan evaluasi internal control atas hutang jangka pendek. Dengan IC yang memadai auditor dapat mempertimbangkan mengurangi substantif tes atau mengurangi scope.
2.       Untuk meyakini bahwa current liabilities didukung bukti yang lengkao dan berasal dari transaksi yang benar-benar terjadi.
Minta rincian hutang jangka pendek, periksa kebenaran penjumlahan, cocokkan dengan saldo general ledger.
Rincian disiapkan oleh klien, dan auditor melakukan pengujian terhadap rincian. Apabila terdapat kesalahan dibuat koreksi audit dan dikomunikasikan dengan klien.
3.       Untuk meyakini bahwa semua transaksi telah tercatat per tanggal neraca.
Cocokkan saldo masing-masing debitur dengan saldo pada subsidiary ledger.
4.       Untuk meyakini bahwa jumlah accrual expense reasonable (layak).
Periksa dasar perrhitungan accrual expense yang dibuat perusahaan, apakah konsisten dan  reasonable dengan tahun sebelumnya. Periksa pembayaran sesudah tanggal neraca.
5.       Untuk meyakini bahwa pencatatan transaksi telah sesuai dengan SAK.
Periksa apakah pencatatan transaksi CL sudah sesuai dengan SAK. Dalam hal ini auditor harus meyakinkan bahwa tidak terdapat unrecorded liabilities. Untuk itu auditor harus memeriksa semua perjanjian yang dibuat dengan pihak ketiga, memeriksa notulen rapat direksi dan pemegang saham, dan mengirim konfirmasi ke penasehat hukum perusahaan.
Hal-hal yang diperiksa : tanggal kejadian, jumlah utang, syarat utang, bunga, jatuh tempo.
Substantif test :
·         Periksa apakah dokumen dan subledger sesuai atau tidak
·         Periksa jurnal pada tanggal bersangkutan
·         Periksa bukti penerimaan kas
·         Lihat ke mutasi buku besar
·         Cek pembayaran bunga
6.       Untuk meyakini bahwa hutang dalam mata uang asing telah dikonversi dengan kurs tengah BI.
Periksa apakah saldo hutang dalam mata uang asing per tanggal neraca telah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah BI. Selisih kurs dibebankan pada rugi laba tahun berjalan.
7.       Untuk meyakini bahwa semua persyaratan dalam akad kredit sudah dipenuhi untuk menghindarkan bank default (right and obligation)
Periksa perjanjian dan persyaratan yang harus dipatuhi oleh nasabah, seperti penggantian manajer kunci, pengendalian current ratio, dan ketepatan waktu pembayaran hutang.
Bank default (ketetapan persyaratan-persyaratan untuk nasabah) antara lain :
·         Perusahaan nasabah tidak boleh mengganti manajer kunci tanpa seijin bank
·         Current ratio harus dijaga pada tingkat tertentu
·         Tidak diperkenankan terlambat membayar bunga
Jika terdapat pelanggaran terhadap ketiga syarat tersebut maka dalam audit harus didisclosure untuk masalah hutang di CaLK.
8.       Untuk memeriksa apakah penyajian CL dalam neraca dan CaLK telah sesuai dengan SAK (presentation and disclosure).
Periksa apakah penyajian hutang jangka pendek di neraca dan CaLK telah sesuai dengan SAK.

KKA CL :
Top schedule
·         Jenis hutang
·         WP reference
·         Saldo buku
·         Koreksi tahun yang bersangkutan
·         Saldo sesudah koreksi
·         Saldo tahun lalu

Supporting shedule :
·         Rincian kreditur
·         Saldo tahun yang bersangkutan
·         Saldo tahun lalu
·         Subsequent payment

2 komentar:

figo mengatakan...

maaf pak aku mau tanya.
pertnyaanya :
1. Jika Sebuah perusahaan melakukan cash town pada hari ini,Bagaimana seprang audotor meyakini saldo tahun kemaren ????

2. Seorang auditor sedang melakukan konfirmasi saldo pada suatu PT.
Kondisinya : a. Jarak Antara Costumernya berjauh2an.
b. SPI khusus untuk piutang dinyatakan baik.
Jika mmg harus di lakukan konfirmasi apakah memakai yg positif atau negatuf ???
Jika nyata2 gak bsa di konfirmasi alterntif prosedur apa yg seorang auditor harus lakukan ??

sebelumnya mohon maaf pak. saya berharap bisa di jawab sekrg !!!
terimaksih banyak Pak !!!

Anonim mengatakan...

Woah! I'm really digging the template/theme of this website. It's simple, yet effective.
A lot of times it's difficult to get that "perfect balance" between usability and visual appearance. I must say you have done a excellent job with this. Additionally, the blog loads extremely quick for me on Safari. Superb Blog!

Here is my blog post :: pc cleaner free

Posting Komentar