. . . Perjalanan ini...akan mengajari kita untuk belajar mengerti bahwa semua kisah, semua hal, semua peristiwa, air mata, canda, tawa, dan sebuah senyuman... menyimpan pesan yang tak selalu sama... dan tugas kita tak lebih hanyalah belajar untuk bisa memahaminya . . .

Sepenggal catatan hati

Search ?

Memuat...

KOMUNIKASI DAN NEGOSIASI

Apa Itu Komunikasi?
Komunikasi merupakan suatu kemestian. Dari bangun tidur sampai mau tidur kita pasti telah dan selalu melakukan komunikasi. Ada beberapa aksioma komunikasi yang penting kita ketahui, yaitu :
a.Aksioma satu : Kita tidak dapat tidak berkomunikasi
b.Aksioma dua : Setiap interaksi memiliki dimensi isi dan hubungan
c.Aksioma tiga : Setiap interaksi diartikan oleh bagaimana para pelaku interaksi menjelaskan kejadian
d.Aksioma empat : Pesan itu bersifat digital dan analog
e.Aksioma lima : Pertukaran komunikasi bersifat simetrik dan komplementer
Dengan berkomunikasi maka dapat berfungsi untuk:
a.Memahami diri sendiri dan orang lain
b.Memapankan hubungan yang bermakna
c.Mengubah sikap perilaku
Bahkan dalam lingkup komponen organisasi komunikasi juga berperanan paling penting:
1. Ukuran organisasi (size)
2. Keterkaitan tindakan (interdependent actions)
3. Konteks tempat dan waktu (bounding in space and duration)
4. Kondisi sumber daya (input of resources)
5. Komunikasi (communication)
6. Target hasil (output of organization) M.Kh. Rahman
Komunikasi dipandang sebagai sentral elemen-elemen lainnya dalam kegiatan manajemen organisasi. Alasan pertama, komunikasi memiliki fungsi untuk mempertemukan antara tujuan organisasi dengan terget hasil yang dicapai. Kedua, berfungsi untuk mengadaptasikan perubahan lingkungan organisasi. Ketiga, untuk membina hubungan antar anggota organisasi dalam melaksanakan berbagai tugas (beban kerja) organisasi. Untuk itu, kemampuan komunikasi yang efektif menjadi hal yang mutlak harus dimiliki oleh seorang pelaku organisasi. Keberhasilan komunikasi dalam suatu organisasi merupakan aset penting bagi pencapaian sasaran atau tujuan organisasi tersebut. Keberhasilan komunikasi yang tercermin dalam efektifitas dan efisiennya merupakan alat perekat organisasi, yang juga mempegaruhi nama baik (goodwill) organisasi yang bersangkutan.

Macam Komunikasi
a. Komunikasi Verbal
Verbal communication merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan atau lisan (Djoko Purwanto;1997). Seperti contoh berbicara dengan orang lain, menelepon kawan, presentasi makalah, membacakan puisi, membaca surat kabar, mendengarkan radio dan menonton televisi. Komunikasi verbal walaupun lebih kecil persentase keberhasilannya -bahkan menurut Ross hanya 35 persen- dibanding komunikasi nonverbal, tetaplah dibutuhkan karena ada beberapa situasi yang tidak bisa disampaikan komunikasi kita secara nonverbal. Melalui komunikasi ini diharapkan orang akan memahami apa yang disampaikan komunikator secara apa adanya. Komunikan diharapkan membaca atau mendengar apa yang dikatakan.
b. Komunikasi Nonverbal
Bentuk komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang memiliki sifat kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari. Apalagi perbedaan daerah, pendidikan, ruang lingkup sosial akan mempunyai latar belakang yang berbeda, bisa menyebabkan penafsiran atas sesuatu yang tidak sama pula sehingga pemahaman akan komunikasi nonverbal tetaplah merupakan suatu kondisi yang harus dipelajari. Pentingnya komunikasi nonverbal antara lain:
1.Penyampaian pesan yang didasarkan akan perasaan dan emosi akan sangat kelihatan alami
2.Dengan memperhatikan isyarat nonverbal seseorang dapat mendeteksi atau menegaskan kejujuran pembicara
3.Bersifat efisien
Macam Komunikasi nonverbal:
Isyarat
Simbol
Warna
Gesture
Mimik muka
Intonasi suara, dsb
Sementara tujuan komunikasi nonverbal adalah:
1.Memberi informasi
2.Mengatur alur percakapan
3.Ekspresi emosi
4.Memberi sifat, melengkapi pesan-pesan verbal
5.Mempengaruhi orang lain
6.Mempermudah tugas-tugas khusus

Hambatan Proses Komunikasi
Dalam pelaksanaan berkomunikasi baik verbal dan nonverbal seringkali tidak semua pesan dapat diterima dan dimengerti dengan baik. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor penghambat komunikasi antara pengirim dan penerima pesan. Faktor yang harus diketahui adalah:
1.Masalah dalam mengembangkan pesan dikarenakan munculnya keragu-raguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang ada atau dengan orang yang akan menerima. Juga adanya pertentangan emosi, atau kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan.
2.Masalah dalam menyampaikan pesan.
3.Masalah dalam menerima pesan dapat terdeteksi seperti persaingan antara penglihatan dengan pendengaran/suara, suasana yang tidak nyaman, lampu yang mengganggu, konsentrasi yang tidak terpusat.

4.Masalah dalam menafsirkan pesan dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang, penafsiran kata dan perbedaan reaksi emosional.

Memahami Negosiasi
Salahsatu ketrampilan komunikasi yang seringkali kita laksanakan adalah negosiasi. Negosiasi dapat terjadi setiap hari antar anggota keluarga, di toko, kampus atau di tempat kerja. Secara sederhana negosiasi terjadi bila orang lain memiliki apa yang kita inginkan dan kita bersedia menukarnya dengan apa yang diinginkan mereka. Negosiasi adalah ketrampilan yang bisa dipelajari dan dilatih. Adapun ketrampilan inti yang harus dipunyai adalah:
Kemampuan menentukan serangkaian tujuan, namun fleksibel dengan sebagian diantaranya
Kemampuan mencari kemungkinan-kemungkinan dari pilihan yang banyak
Kemampuan untuk mempersiapkan diri dengan baik
Kompetensi interaktif yaitu mampu mendengarkan dan menanyakan pihak-pihak lain
Kemampuan menentukan prioritas
Negosiasi yang baik terjadi antara dua pihak untuk mencapai penyelesaian yang dapat diterima bersama dan tidak menghasilkan pemenang atau pecundang. Proses negosiasi adalah proses yang diakhiri dengan keberhasilan kedua belah pihak (win-win) atau kegagalan keduanya (lose-lose). Seni negosiasi didasarkan kepada pada usaha mempertemukan apa yang baik bagi kita dan apa yang baik bagi pihak lain.
Seperti proses dan teknik komunikasi yang lain, negosiasi mengharuskan kita untuk mempersiapkan diri dari persiapan, pelaksanaan sampai bagaimana kita menutup proses tersebut. Persiapan dimulai dengan rencana – sasaran akhir dan strategi untuk mencapainya; tujuan yang diinginkan, persiapan diri, melihat posisi lawan komunikasi, pendekatan dan strategi yang tepat, dan suasana yang mendukung. Saat pelaksanaan negosiasi; membaca tanda-tanda nonverbal, membuat dan menanggapi usulan, menentukan posisi kita, dan menanggapi siasat yang diberikan lawan kita. Pada proses menutup negosiasi; bagaimana membahas konsesi dan posisi kita, cara menutup yang berkesan, mengatasi kemacetan dan menghasilkan sebuah hasil yang diharapkan bila tidak mencari solusi lain yang tepat dan terakhir melaksanakan keputusan yang dibuat.

Penutup
Negosiasi menuntut kemampuan komunikasi yang memadai. Ini membuktikan betapa komunikasi dengan pihak lain merupakan syarat utama yang dapat menunjang keberhasilan kita di masa depan. Ini saja materi pengantar komunikasi dan negosiasi, semoga bermanfaat.

Daftar Bacaan:
Barnes, Ginny Pearson, 2004, Successful Negotiating, Elex Media Kmputindo, Jakarta.
Budyatna, M., Mutmainah, M, 1994, Komunikasi Antarpribadi, UT, Jakarta.
De Vito, Joseph A., 1997, Komunikasi Antarmanusia: Kuliah Dasar. Edisi Ke-5. Professional Books, Jakarta.
Effendy, Onong Uchyana, 2000, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Edisi ke-2, Citra Aditya Bakti, Bandung.
Hindle, Tim, 2001, Negotiating Skills, Dian Rakyat, Jakarta.
Moss Sylvia, L, and TU, Stewart, 2000, Human Communication, Remaja Rosdakarya, Bandung.
Rakhmat, Jalaluddin, 1994, Psikologi Komunikasi, Edisi Revisi, Remaja Rosdakarya, Bandung.


0 komentar:

Poskan Komentar